Laporan Akhir 2



 1. Prosedur [kembali]

  1. Pahami terlebih dahulu kondisi yang akan digunakan
  2. Buka software Proteus 8.17
  3. Persiapkan alat dan bahan
  4. Buat rangkaian sesuai dengan kondisi dan modul
  5. Buka software STM32Cube IDE 
  6. Setelah membuka software, pilih perangkat STM32F103C8T6 
  7. Sesuaikan konfigurasi pin sesuai dengan rangkaian proteus 
  8. Buat kode program untuk mengoperasikan rangkaian tersebut sesuai dengan kondisi 
  9. Konfigurasi kan program dengan software Proteus
  10. Jalankan simulasi rangkaian.  
  11. Proses selesai

 2.  Hardware [kembali]

1. STM32 NUCLEO-G474RE



2. Float Switch



3. Infrared Sensor


4. Resistor


5. Buzzer



6. LED 

7. Push Button
  • Diagram Blog
PROSEDUR
  • Regulator Power Supply

  1. Susun Rangkaian sesuai gambar
  2. Hubungkan resistor, transistor, dan kapasitor
  3. Hidupkan power supply dan hubungkan ke rangkaian
  4. Ukur Voutnya


ALAT

1. Multimeter



2. Power Supply AC dan DC




BAHAN

1. Resistor




2. Transistor



3. jumper

4. Kapasitor


 3. Rangkaian Simulasi Dan Prinsip Kerja [kembali]




  • Ketika Lm35 mendeteksi maka kipas akan on
  • Ketika lm 35 tidak mendeteksi maka kipas akan off
  • Ketika push button diberi interupt maka kipas akan otomatis off

 4. Analisa [kembali]





1). Analisa perbedaan implementasi PWM pada STM 32 & dampak terhadap kontrol motor dan LED? Jawab: Mikrokontroller STM 32, Implementasi PWM dilakukan melalui memanfaatkan timer internal untuk memproduksi sinyal digital yang siklus kerjanya (duty cycle) bisa dimodifikasi. Untuk pengaplikasian pada motor DC, peningkatan persentase duty cycle PWM akan berbanding lurus dengan peningkatan kecepatan rotasi motor. Sementara itu pada LED, PWM berfungsi untuk mengontrol intensitas kecerahan cahaya tanpa perlu memanipulasi tegangan asli sumber, di mana semakin tinggi nilai duty cycle maka pendaran cahaya LED akan semakin terang.

2). Analisa cara pembacaan nilai sensor analog menggunakan ADC pada STM 32? Jawab: Tegangan masukan yang diterima oleh pin ADC akan melalui proses sampling dan diubah menjadi representasi numerik digital dalam rentang nilai 0 hingga 4095.

3). Analisa penggunaan Interrupt eksternal dalam mendeteksi input sensor / tombol pada STM 32! Jawab: Interrupt eksternal STM 32 digunakan agar mikrokontroller merespon perubahan sinyal dari sensor / tombol secara langsung. Saat sensor mendeteksi perubahan logika, sistem menghentikan sementara program utama. Pada aplikasi sensor gerak (tombol), interupsi membantu meningkatkan kecepatan respon sistem sehingga dapat menyalakan LED, buzzer.

4). Analisa cara kerja fungsi HAL_GetTick() pada STM32 Jawab: Fungsi yang terdapat pada library STM32 bertugas untuk merekam durasi sistem beroperasi dalam satuan milidetik (ms) terhitung sejak perangkat pertama kali dihidupkan. Umumnya, fungsi ini dimanfaatkan untuk menciptakan penundaan waktu tanpa membebaskan sistem, mengatur interval / menentukan batas waktu.

5). Analisa bagaimana perbedaan konfigurasi dan kontrol pin PWM serta pemanfaatan timer internal pada STM 32 dalam menghasilkan sinyal PWM Jawab: Didalam arsitektur STM 32, setiap timer dilengkapi dengan beberapa kanal (channel) yang mampu memproduksi sinyal PWM pada pin-pin spesifik melalui pengaturan fungsi alternatif. Variasi dalam konfigurasi ini akan berdampak langsung pada nilai frekuensi serta karakteristik sinyal PWM yang terbentuk.

6). Cara mengatur pergerakan motor servo pada STM 32 Jawab: Pengendalian motor servo oleh STM 32 dilakukan dengan cara mentransmisikan sinyal PWM pada frekuensi 50Hz. Posisi sudut putaran servo bergantung murni pada durasi sinyal tinggi yang dikirimkan: lebar pulse 1ms akan memposisikan servo di 0°, 1,5ms untuk sudut 90° dan 2ms untuk mencapai sudut 180

 5. Video Demo[kembali]





  

     6. Download File [kembali]

  1. Rangkaian Simulasi [Klik]

    2. Video Simulasi [Klik]












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Besar